| Klasifikasi: Regnum : Plantae Divisio : Spermatophyta Sub Divisio : Angiospermae Kelas : Dicotyledoneae Sub Kelas : Apetalae Bangsa : Caryophyllales Famili : Amaranthaceae Genus : Deeringia Spesies : Deeringia amaranthoides (Lam.) Merr Kerabat dekat : Deeringia amaranthoides Merr. Deeringia polysperma (Roxb.) MOQ Deskripsi : Ditiran adalah anggur sedikit berbulu atau hampir halus, mencapai panjang 5 sampai 6 meter, dengan cabang terkulai. Seluruh daun, bundar-telur/bentuk sampai lanset-ovate, 7 sampai 14 cm, ujung runcing dan basa subtruncate. Racemes yang ramping, memanjang, terkulai, 20 sampai 40 cm, dan ditanggung di axils atas. Bunga sangat banyak, lama pedicelled, kehijauan-putih, dengan segmen melipat, dan sekitar 1,5 mm. Benang sari yang putih dan tegak. Buah bulat telur, berdaging, merah, sekitar 4 mm. Sumber : http://www.foodplantsinternational.com/ http://arctos.database.museum | Catatan : Ada sekitar 6-12 Deeringia spesies. Distribusi : dijumpai sering dekat tepi hutan dekat sungai di hutan hujan. Dengan penyebaran sampai ketinggian 1200 m. Tumbuh liar. Tanaman yang tumbuh dari benih. Benih harus ditanam segar. Tanaman juga dapat dengan mudah tumbuh dari stek. Penggunaan: Daun muda digunakan untuk makanan. PERHATIAN: Tanaman ini diduga dapat menyebabkan keracunan pada ternak. |
Sabtu, 16 Juni 2012
Deeringia amaranthoides (Lam.) Merr
Kamis, 14 Juni 2012
Deeringia amaranthoides (Lam.) Merr
Klasifikasi:
Regnum
: Plantae
Divisio
: Spermatophyta
Sub
Divisio : Angiospermae
Kelas
: Dicotyledoneae
Sub
Kelas : Apetalae
Bangsa
: Caryophyllales
Famili
: Amaranthaceae
Genus
: Deeringia
Spesies : Deeringia amaranthoides (Lam.) Merr
Kerabat dekat :
Deeringia amaranthoides Merr.
Deeringia polysperma (Roxb.) MOQ
Deskripsi :
Ditiran adalah anggur
sedikit berbulu atau hampir halus, mencapai panjang 5 sampai 6 meter, dengan
cabang terkulai. Seluruh daun, bundar-telur/bentuk sampai lanset-ovate, 7
sampai 14 cm, ujung runcing dan basa subtruncate. Racemes yang ramping,
memanjang, terkulai, 20 sampai 40 cm, dan ditanggung di axils atas. Bunga
sangat banyak, lama pedicelled, kehijauan-putih, dengan segmen melipat, dan
sekitar 1,5 mm. Benang sari yang putih dan tegak. Buah bulat telur, berdaging, merah,
sekitar 4 mm.
Catatan:
Ada
sekitar 6-12 Deeringia spesies.
Distribusi
:
Dijumpai
sering dekat tepi hutan dekat sungai di hutan hujan. Dengan penyebaran sampai
ketinggian 1200 m. Tumbuh liar. Tanaman yang tumbuh dari benih. Benih
harus ditanam segar. Tanaman juga dapat dengan mudah tumbuh dari stek.
Penggunaan:
Daun muda digunakan untuk makanan.
PERHATIAN: Tanaman ini
diduga dapat menyebabkan keracunan pada ternak.
Sumber
:
http://www.foodplantsinternational.com/index.php?sec=plants&page=simple_info&plantid=5594&nocache=1
http://arctos.database.museum/TaxonomyResults.cfm?full_taxon_name=Deeringia+amaranthoides
http://www.rainforestpublishing.com.au/index.php?href=botanical&dir=botanical_pages&subpage=view&ext=php&array_place=4&item_id=302
Dryobalanops oblongifolia Dyer. (Petanang)
|
Klasifikasi:
Regnum
: Plantae
Divisio
: Spermatophyta
Sub
Divisio : Angiospermae
Kelas
: Dicotyledoneae
Sub
Kelas : Dialypetalae
Bangsa
: Theales
Famili : Dipterocarpaceae
Genus
: Dryobalanops
Spesies
: Dryobalanops oblongifolia Dyer.
|
Nama
umum:
Indonesia
: kapur guras, petanang, keladan
Malaysia
: keladan, paya kapur, kelansau
Nama
Inggris : kapur.
Kerabat Dekat :
Kamper.
Deskripsi:
Umumnya
berupa sebuah batang besar pohon yang sangat besar, hingga 55 m, yang berbatang
lurus bebas cabang untuk 20 m atau lebih, memiliki diameter sampai 150 cm,
dan besar penopang. Kulit kayu abu-abu keunguan atau lampu merah-coklat,
dengan atau tanpa slash damar aromatik. Daun / daun Daun sempit oblong, 6-20
cm x 2-5 (-6,5) cm, dengan sampai 15 mm kecerdasan panjang, gundul. Bunga
Perbungaan paniculate, lemah dan menyebar, hanya sedikit-berbunga. Bunga
biseksual, actinomorfik. Buah & Biji Buah kelopak lobus lebih pendek dari
kacang, sampai dengan 0,5 cm x 0,7 cm, berbatasan dengan sebuah cangkir
hingga 15 mm dan 15 mm dalam incrassate lebar.
Distribusi:
Timur
Semenanjung Malaysia, Sumatera Timur, Borneo (Sarawak, Kalimantan Timur).
Penggunaan:
Kayu
tumbuhan ini digunakan sebagai kapur, meskipun kayu ini kadang-kadang
dianggap sebagai agak inferior. Buah (batok) bisa dimakan.
|
Langganan:
Postingan (Atom)



