Sabtu, 16 Juni 2012

Deeringia amaranthoides (Lam.) Merr

Klasifikasi:

Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Sub Kelas : Apetalae
Bangsa : Caryophyllales
Famili : Amaranthaceae
Genus : Deeringia
Spesies : Deeringia amaranthoides (Lam.) Merr

Kerabat dekat :
Deeringia amaranthoides Merr.
Deeringia polysperma (Roxb.) MOQ

Deskripsi :
Ditiran adalah anggur sedikit berbulu atau hampir halus, mencapai panjang 5 sampai 6 meter, dengan cabang terkulai. Seluruh daun, bundar-telur/bentuk sampai lanset-ovate, 7 sampai 14 cm, ujung runcing dan basa subtruncate. Racemes yang ramping, memanjang, terkulai, 20 sampai 40 cm, dan ditanggung di axils atas. Bunga sangat banyak, lama pedicelled, kehijauan-putih, dengan segmen melipat, dan sekitar 1,5 mm. Benang sari yang putih dan tegak. Buah bulat telur, berdaging, merah, sekitar 4 mm.

Sumber :
http://www.foodplantsinternational.com/
http://arctos.database.museum
Catatan : Ada sekitar 6-12 Deeringia spesies.
Distribusi : dijumpai sering dekat tepi hutan dekat sungai di hutan hujan. Dengan penyebaran sampai  ketinggian 1200 m. Tumbuh liar. Tanaman yang tumbuh dari benih. Benih harus ditanam segar. Tanaman juga dapat dengan mudah tumbuh dari stek.

Penggunaan: Daun muda digunakan untuk makanan.

PERHATIAN: Tanaman ini diduga dapat menyebabkan keracunan pada ternak. 

Kamis, 14 Juni 2012

Deeringia amaranthoides (Lam.) Merr


Klasifikasi:
Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Sub Kelas : Apetalae
Bangsa : Caryophyllales
Famili : Amaranthaceae
Genus : Deeringia
Spesies : Deeringia amaranthoides (Lam.) Merr

Kerabat dekat :
Deeringia amaranthoides Merr.
Deeringia polysperma (Roxb.) MOQ

Deskripsi :
Ditiran adalah anggur sedikit berbulu atau hampir halus, mencapai panjang 5 sampai 6 meter, dengan cabang terkulai. Seluruh daun, bundar-telur/bentuk sampai lanset-ovate, 7 sampai 14 cm, ujung runcing dan basa subtruncate. Racemes yang ramping, memanjang, terkulai, 20 sampai 40 cm, dan ditanggung di axils atas. Bunga sangat banyak, lama pedicelled, kehijauan-putih, dengan segmen melipat, dan sekitar 1,5 mm. Benang sari yang putih dan tegak. Buah bulat telur, berdaging, merah, sekitar 4 mm.

Catatan:
Ada sekitar 6-12 Deeringia spesies.

Distribusi :
Dijumpai sering dekat tepi hutan dekat sungai di hutan hujan. Dengan penyebaran sampai  ketinggian 1200 m. Tumbuh liar. Tanaman yang tumbuh dari benih. Benih harus ditanam segar. Tanaman juga dapat dengan mudah tumbuh dari stek.
Penggunaan:
Daun muda digunakan untuk makanan.

PERHATIAN: Tanaman ini diduga dapat menyebabkan keracunan pada ternak.

Sumber :
http://www.foodplantsinternational.com/index.php?sec=plants&page=simple_info&plantid=5594&nocache=1
http://arctos.database.museum/TaxonomyResults.cfm?full_taxon_name=Deeringia+amaranthoides
http://www.rainforestpublishing.com.au/index.php?href=botanical&dir=botanical_pages&subpage=view&ext=php&array_place=4&item_id=302

Dryobalanops oblongifolia Dyer. (Petanang)

Klasifikasi:
Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Sub Kelas : Dialypetalae
Bangsa : Theales
Famili : Dipterocarpaceae
Genus : Dryobalanops
Spesies : Dryobalanops oblongifolia Dyer.


Nama umum:
Indonesia : kapur guras, petanang, keladan
Malaysia : keladan, paya kapur, kelansau
Nama Inggris : kapur.

Kerabat Dekat : Kamper.

Deskripsi:
Umumnya berupa sebuah batang besar pohon yang sangat besar, hingga 55 m, yang berbatang lurus bebas cabang untuk 20 m atau lebih, memiliki diameter sampai 150 cm, dan besar penopang. Kulit kayu abu-abu keunguan atau lampu merah-coklat, dengan atau tanpa slash damar aromatik. Daun / daun Daun sempit oblong, 6-20 cm x 2-5 (-6,5) cm, dengan sampai 15 mm kecerdasan panjang, gundul. Bunga Perbungaan paniculate, lemah dan menyebar, hanya sedikit-berbunga. Bunga biseksual, actinomorfik. Buah & Biji Buah kelopak lobus lebih pendek dari kacang, sampai dengan 0,5 cm x 0,7 cm, berbatasan dengan sebuah cangkir hingga 15 mm dan 15 mm dalam incrassate lebar.

Distribusi:
Timur Semenanjung Malaysia, Sumatera Timur, Borneo (Sarawak, Kalimantan Timur).

Penggunaan:
Kayu tumbuhan ini digunakan sebagai kapur, meskipun kayu ini kadang-kadang dianggap sebagai agak inferior. Buah (batok) bisa dimakan.