Jumat, 18 Oktober 2013

Autoklaf



Autoklaf adalah alat pemanas tertutup yang digunakan untuk mensterilisasi suatu benda menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi (1210C, 15 lbs) selama kurang lebih 15 menit. Penurunan tekanan pada autoklaf tidak dimaksudkan untuk membunuh mikroorganisme, melainkan meningkatkan suhu dalam autoklaf[. Suhu yang tinggi inilah yang akan membunuh microorganisme. Autoklaf terutama ditujukan untuk membunuh endospora, yaitu sel resisten yang diproduksi oleh bakteri, sel ini tahan terhadap pemanasan, kekeringan, dan antibiotik. Pada spesies yang sama, endospora dapat bertahan pada kondisi lingkungan yang dapat membunuh sel vegetatif bakteri tersebut. Endospora dapat dibunuh pada suhu 100 °C, yang merupakan titik didih air pada tekanan atmosfer normal. Pada suhu 121 °C, endospora dapat dibunuh dalam waktu 4-5 menit, dimana sel vegetatif bakteri dapat dibunuh hanya dalam waktu 6-30 detik pada suhu 65 °C.
Perhitungan waktu sterilisasi autoklaf dimulai ketika suhu di dalam autoklaf mencapai 121 °C]. Jika objek yang disterilisasi cukup tebal atau banyak, transfer panas pada bagian dalam autoklaf akan melambat, sehingga terjadi perpanjangan waktu pemanasan total untuk memastikan bahwa semua objek bersuhu 121 °C untuk waktu 10-15 menit. Perpanjangan waktu juga dibutuhkan ketika cairan dalam volume besar akan diautoklaf karena volume yang besar membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai suhu sterilisasi. Performa autoklaf diuji dengan indicator biologi, contohnya Bacillus stearothermophilus.






Keterangan Gambar:
Diagram autoklaf vertical
1. Tombol pengatur waktu mundur (timer)
2. Katup pengeluaran uap
3. pengukur tekanan
4. kelep pengaman
5. Tombol on-off
6. Termometer
7. Lempeng sumber panas
8. Aquades (dH2O)
   9. Sekrup pengaman
 10. Batas penambahan air
 


Jenis-jenis Autoclave:

Terdapat tiga jenis autoklaf, yaitu gravity displacement, prevacuum atau high vacuum, dan steam-flush pressure-pulse. Perbedaan ketiga jenis autoklaf ini terletak pada bagaimana udara dihilangkan dari dalam autoklaf selama proses sterilisasi.

1.    Gravity Displacement Autoclave

Udara dalam ruang autoklaf dipindahkan hanya berdasarkan gravitasi. Prinsipnya adalah memanfaatkan keringanan uap dibandingkan dengan udara, sehingga udara terletak di bawah uap. Cara kerjanya dimulai dengan memasukan uap melalui bagian atas autoklaf sehingga udara tertekan ke bawah. Secara perlahan, uap mulai semakin banyak sehingga menekan udara semakin turun dan keluar melalui saluran di bagian bawah autoklaf, selanjutnya suhu meningkat dan terjadi sterilisasi. Autoklaf ini dapat bekerja dengan cakupan suhu antara 121-134 °C dengan waktu 10-30 menit.

2.    Prevacuum atau High Vacuum Autoclave

Autoklaf ini dilengkapi pompa yang mengevakuasi hampir semua udara dari dalam autoklaf. Cara kerjanya dimulai dengan pengeluaran udara. Proses ini berlangsung selama 8-10 menit. Ketika keadaan vakum tercipta, uap dimasukkan ke dalam autoklaf. Akibat kevakuman udara, uap segera berhubungan dengan seluruh permukaan benda, kemudian terjadi peningkatan suhu sehingga proses sterilisasi berlangsung. Autoklaf ini bekerja dengan suhu 132-135 °C dengan waktu 3-4 menit.

3.    Steam-Flush Pressure-Pulse Autoclave
Autoklaf ini menggunakan aliran uap dan dorongan tekanan di atas tekanan atmosfer dengan rangkaian berulang. Waktu siklus pada autoklaf ini tergantung pada benda yang disterilisasi.
 

Penjepit Tabung Reaksi



 
Penjepit tabung reaksi berbentuk rahang: persegi. Pegas : dipoles nikel dengan diameter: 10 -25 mm Alat ini digunakan untuk menjepit tabung reaksi pada saat dipanaskan. Cara menggunaanya cukup simpel,, pertama-tama tekan penekan pada penjepit kemudian jepitkan pada tabung reaksi.. Apabila alat ini longgar atau penjepit lepasan,segera perbaiki alat ini dan dapat digunakan lagi.



Potometer



Potometer adalah alat untuk mengukur kecepatan penguapan air melalui daun secara kuantitatif. Hasil pengukuran secara teliti dapat dinyatakan dalam ml/cm²/detik, yaitu jumlah penguapan dari tiap permukaan daun luas 1 cm² tiap detik. Dengan alat ini dapat ditanamkan suatu konsep tentang fungsi hutan yang penuh dengan tanaman yang rimbun dalam memengaruhi musim di suatu daerah.



Gambar: Percobaan pengukuran kecepatan penguapan air pada daun menggunakan Potometer

 


Komponen-komponen:

Alat ini terdiri dari dua bagian utama:
  • pipa y yang berfungsi sebagai tempat pesediaan air (yang bertutup karet) dan tempat tertancapnya ranting tanaman yang diselidiki (yang berujung pipa karet)
  • pipa kapiler yang dikaliberasi, teliti hingga 0,01 ml. Bagian-bagian ini dihubungkan dengan pipa karet dan seluruh alat terletak dan tertempel pada bantalan dan penyangga logam atau kayu.

 

Prinsip kerja:

Alat ini dapat menunjukkan setiap kedudukan air pada pipa kapiler berskala sebagai akibat adanya penguapan air dari daun setiap waktu tertentu. Volum air yang menguap dari daun sama dengan volum ruang pada pipa kapiler yang ditinggalkan air.

 

Cara menggunakan alat:

Ranting tanaman yang akan digunakan dalam kegiatan ini dicari yang besarnya sesuai dengan pipa karet pada ujung pipa y yang kecil. Hanya dua atau tiga helai daun saja yang ditinggalkan untuk penelitian ini. Ujung tangkai dipotong dan bekasnya dioles dengan vaselin untuk mencegah penguapan. Potometer diisi air melalui ujung pipa y yang besar hingga penuh, kemudian disumbat dengan sumbat karet. Ujung y yang berpipa karet dan ujung pipa kapiler tetap terbuka. Ujung ranting tanaman tersebut di atas dipotong dalam air dan ditancapkan ke dalam pipa y yang berkaret; hal ini juga dilakukan dalam air untuk mencegah tersumbatnya pembuluh-pembuluh kayu oleh udara bila dilakukan di luar. Ujung ranting harus tercecah pada air dalam pipa y tersebut, jadi tidak tersekat oleh gelembung udara. Untuk memulai pengamatan, air pada pipa kapiler berskala dapat diatur terletak pada ujung pipa dengan cara membuka tutup karet pipa y persediaan air. Jika semua hal ini sudah selesai, maka alat ini disimpan pada penumpu bantalannya dan siap untuk pengamatan-pengamatan kecepatan penguapan dalam ml terhadap waktu penguapan yang dilakukan setiap selang waktu tertentu, misalnya setiap 5 menit.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Potetometer.svg