Kamis, 19 Juli 2012

Bahan-bahan Dasar Pembuatan Fiberglass


1.    Resin
Resin adalah bahan kimia yang berbentuk cair, menyerupai minyak goreng, tetapi agak kental. Jenis resin bermacam-macam. Untuk bahan aksesoris fiberglass, umumnya menggunakan resin bening atau resin butek. Resin bening, biasanya digunakan untuk bentuk yang menonjolkan kebeningannya, seperti untuk aksesoris visor, kap lampu dll sebagai pengganti mika, namun penggunaan resin bening yang ada dipasaran untuk pengganti mika, masih belum menghasilkan kualitas yang memuaskan. Sedangkan resin jenis butek lebih banyak digunakan untuk pembuatan aksesoris, disamping harganya murah, resin ini dapat dengan mudah dibeli di toko-toko kimia.

2. Katalis
Cairan ini bisa dibilang pendamping setia resin, cairan ini biasanya berwarna bening dan berbau agak sengak. Cairan ini berfungsi untuk mempercepat proses pengerasan adonan fiber, semakin banyak katalis maka akan semakin cepat adonan mengeras tetapi hasilnya kurang bagus. Cairan ini jika mengenai kulit akan terasa panas, seperti cairan air zuur.

3.    Kalsium Karbonat
Bahan berbentuk bubuk putih yang menyerupai terigu ini berfungsi sebagai pengental adonan fiberglass utama (resin, katalis dll). Semakin banyak campuran Kalsium Karbonat pada adonan, maka hasil fiberglass akan menjadi lebih tebal dan berat. Bahan ini dapat diganti dengan Talc, tetapi warna Talc agak lebih gelap. Tetapi saya belum menemukan perbedaan yang signifikan penggunaan Talc & Kalsium Karbonat.

4. Met/Matt
Met merupakan bahan serat kaca. Bahan ini berfungsi sebagai serat penguat dari adonan fiberglass ketika akan dicetak, agar hasilnya menjadi lebih kuat dan tidak mudah pecah. Bentuk met bermacam-macam, ada yang mirip bihun, kain, karung dan sarang lebah. Tetapi yang banyak dijumpai dipasaran adalah yang berbentuk seperti bihun.

5. Kobalt (Cobalt Blue)
Kobalt adalah bahan kimia yang berbentuk cair, berwarna biru mirip tinta dan mempunyai aroma tidak sedap. Cairan ini digunakan untuk tambahan campuran adonan resin & katalis, agar adonan lebih merekat pada met dan mempercepat pengerasan adonan fiber. Terlalu banyak menambahkan Kobalt dapat mengakibatkan hasil fiber yang getas (rapuh).

6. Wax (Mold Release)
Bahan ini sepintas mirip mentega/keju ketika masih di dalam wadahnya. Berfungsi sebagai pelicin pada tahap pencetakan yang menggunakan mal/molding, agar antara molding dengan hasil cetakan tidak saling merekat, sehingga dengan mudah dapat dilepaskan.

Sumber:
http://resinkatalis.wordpress.com/2008/08/09/bahan-bahan-dasar-pembuatan-fiberglass/

Rabu, 18 Juli 2012

Irvingia malayana Oliv. ex A. Benn


Klasifikasi:
Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Sub Kelas: Dialypetalae
Bangsa : Sapindales
Famili : Simaroubaceae
Genus : Irvingia
Spesies : Irvingia malayana Oliv. ex A. Benn

Nama umum:
Indonesia: Bongin, Pau Rusa, Pau Kijang, Bulu
Inggris: Mango teak

Deskripsi:
Buah, buah berbiji - utuh dan LS. Irvingia malayana Oliv. mantan A.W.Benn. Irvingiaceae, juga ditempatkan di Simaroubaceae. CN: [vernakular nama Melayu dan regional - Kebayang, Merelang, Pauh kijang, Asem pau, Batu, Kayu Batu, Euselu, Kayu Tulang, Kayu Tulung, Kerangi, Melenna gunung, patok entilit, Pau kijang, Pau kijaang, Selangan tandok, Tengilan ], Wild almond, mangga Barking rusa. Distribusi - Indo-Cina, Thailand, Semenanjung Malaysia, Sumatera, Kalimantan (di seluruh pulau). Tersebar luas di hutan dataran rendah di Semenanjung Malaysia. Muncul pohon sampai 59 cm dbh dan 117 m. Buah ca. 46 mm, hijau-kuning, drupes. Kayunya digunakan untuk konstruksi berat, gagang pisau dan mebel. Benih dapat dimakan dan juga digunakan untuk mengekstrak lemak untuk sabun, lilin dan lilin.

Sumber :
Synonym:
Irvingella harmandiana
Tiegh.
Irvingella malayana (Oliv. ex A.W.Benn.) Tiegh.
Irvingella oliveri (Pierre) Tiegh.
Irvingia harmandiana Pierre ex Laness. [Invalid]
Irvingia longipedicellata Gagnep. [Invalid]
Irvingia oliveri Pierre





Clidemia hirta (L.) D. Don (Harendong Bulu)


Klasifikasi:
Regnum: Plantae
Divisio: Spermatophyta
Sub Divisio: Angiospermae
Kelas: Dicotyledoneae
Sub Kelas: Dialypetalae
Bangsa: Myrtales
Famili: Melastomataceae
Genus: Clidemia
Spesies: Clidemia hirta (L.) D. Don

Deskripsi:
Habitus : Perdu, yang tegak dan naik dengan tinggi 0,5-2 meter. Batang : Berkayu, bulat, berbufu rapat atau bersisik, percabangan simpodial, coklat. Daun : Tunggal.bulat telur, panjang 2-20 m, lebar 1-8 cm, berhadapan, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, berbulu, hijau. Bunga : Majemuk, kelopak berlekatan, berbulu, bagian ujung pendek dari pangkal, ujung meruncing, daun pelindung bersisik, ungu kemerahan, benang sari delapan sampai dua belas, panjang ± 3 cm, merah muda, putik satu, kepala putik berbintik hijau, bakal buah beruang empat sampai enam, mahkota lima, bulat telur, ungu dan putih. Buah : Buni, bulat telur, ungu. Biji : Kecil, ungu. Akar : Tunggang, coklat.
Distribusi/Penyebaran : Terdapat di seluruh Indonesia, terutama di pinggir-pinggir hutan, semak belukar dan tepi jurang
Habitat : Tumbuh di dataran rendah hingga kurang lebih 1.500 m dpl..

 Gambar Daun Clidemia hirta (L.) D. Don


 Gambar Bunga Clidemia hirta (L.) D. Don


Gambar Biji Clidemia hirta (L.) D. Don