Kamis, 12 Juli 2012

Pengangkutan Zat Melalui Xylem


Pengangkutan zat pada tumbuhan dibedakan menjadi :
1.Pengangkutan vaskuler (intravaskuler) : pengangkutan melalui berkas pembuluh pengangkut.
2.Pengangkutan ekstravaskuler : pengangkutan air dan garam mineral di luar berkas pembuluh pengangkut. Pengangkutan ini berjalan dari sel ke sel dan biasanya dengan arah horisontal. Di dalam akar pengangkutan ini melalui :
            bulu akar --> epidermis  --> korteks  -->  endodermis -->  xylem.

 

Pengangkutan ekstravaskluler dibedakan : 
  • Transportasi/ lintasan apoplas : menyusupnya air tanah secara bebas atau transpor pasif melalui semua bagian tak hidup dari tumbuhan (dinding sel dan ruang antar sel)
  • Transportasi/ lintasan simplas : bergeraknya air dan garam mineral melalui bagian hidup dari sel tumbuhan (sitoplasma dan vakoula).
 
 


Air dan garam mineral akan diangkut ke daun melalui pembuluh kayu (xylem). Komponen utama penyusun xylem adalah elemen pembuluh (trakea) dan trakeid. Trakea dan trakeid merupakan sel-sel yang mati karena tidak mempunyai sitoplasma dan hanya mempunyai dinding sel. Sel trakea terdiri atas tabung yang berdinding tabal dan membentuk suatu pembuluh. Sel trakeid merupakan sel dasar penyusun xylem, yang terdiri dari sel memanjang dan berdinding keras karena mengandung lignin. Pada beberapa tempat dinding sel trakeid terdapat bagian-bagian yang tidak menebal yang disebut noktah. Selain trakea dan trakeid xylem juga mengandung sel parenkim (parenkim kayu) yang merupakan sel hidup dan berfungsi untuk menyimpan bahan makanan. Xylem juga mengandung serabut kayu yang berfungsi sebagai penguat (penyokong).

 Proses pengangkutan air dan zat zat terlarut hingga sampai ke daun pada tumbuhan dipengaruhi oleh :
  • Daya kapilaritas : pembuluh xylem yang terdapat pada tumbuhan dianggap sebagai pipa kapiler. Air akan naik melalui pembuluh kayu sebagai akibat dari gaya adhesi antara dinding pembuluh kayu dengan molekul air.
  • Daya tekan akar : tekanan akar pada setiap tumbuhan berbeda-beda. Besarnya tekanan akar dipengaruhi besar kecil dan tinggi rendahnya tumbuhan (0,7  -  2,0  atm). Bukti adanya tekanan akar adalah pada batang yang dipotong, maka air tampak menggenang dipermukaan tunggaknya.
  • Daya hisap daun : disebabkan adanya penguapan (transpirasi) air dari daun yang besarnya berbanding lurus dengan luas bidang penguapan (intensitas penguapan).
  • Pengaruh sel-sel yang hidup
Tumbuhan mengeluarkan cairan dari tubuhnya melalui 3 proses, yaitu  :
  • Transpirasi : adalah terlepasnya air dalam bentuk uap air melalui stomata dan kutikula ke udara bebas (evaporasi). Transpirasi dipengaruhi oleh :
Faktor luar, meliputi :
  1. Kelembaban udara : semakin tinggi kelembaban udara maka transpirasi semakin lambat. Pada saat udara lembab transpirasi akan terganggu, sehingga tumbuhan akan melakukan gutasi
  2. Suhu udara : semakin tinggi suhu maka transpirasi semakin cepat.
  3. Intensitas cahaya : semakin banyak intensitas cahaya maka transpirasi semakin giat.
  4. Kecepatan angin : semakin kencang angin maka transpirasi semakin cepat.
  5. Kandungan air tanah
Faktor dalam, meliputi :
  • Ukuran (luas) daun
  • Tebal tipisnya daun
  • Ada tidaknya lapisan lilin pada permukaan daun
  • Jumlah stomata
  • Jumlah bulu akar (trikoma)
·       Gutasi : adalah pengeluaran air dalam bentuk tetes-tetes air melalui celah-celah tepi atau ujung tulang tepi daun yang disebut hidatoda/ gutatoda/ emisarium. Terjadi pada suhu rendah dan kelembaban tinggi sekitar pukul 04.00 sampai 06.00 pagi hari. Di alami pada tumbuhan famili Poaceae (padi, jagung, rumput, dll) 
·         Perdarahan : adalah pengeluaran air cairan dari tubuh tumbuhan berupa getah yang disebabkan karena luka atau hal-hal lain yang tidak wajar. Misalnya pada penyadapan pohon karet dan pohon aren.

Cratoxylum formosum



Klasifikasi:
Regnum: Plantae
Divisio: Spermatophyta
Sub Divisio: Angiospermae
Kelas: Dicotyledoneae
Sub Kelas: Dialypetalae
Bangsa: Guttiferales/Clusiales
Famili: Guttiferae
Genus: Cratoxylum
Spesies: Cratoxylum formosum


Kegunaan: Kayu digunakan untuk pembinaan dalam bangunan.
http://asianplant.net/Hypericaceae/Cratoxylum_formosum.htm
Keterangan
Pokok jenis sub-kanopi ketinggian hingga 23 m dan berdiameter 39 sm. Batang pokoknya mengandungi susu getah (lateks) yang berwarna dari putih hingga ke kuning. Daunnya berpasangan, ringkas, mempunyai urat daun. Bunganya pula berdiameter 15 mm, merah muda-keunguan. Buahnya 15 mm panjang, berwarna hijau-kuning-coklat,; berkapsul dan akan pecah diisi dengan banyak biji ‘bersayap datar’.

 
Ekologi
Dalam ‘dipterocarp’ campuran tanpa terganggu, keranga, (gambut)-rawa, paya bakau dan hutan pantai hingga ketinggian 300 m. Sebahagian besar di halaman aluvial, tetapi juga di lereng bukit dan pergunungan. Di hutan sekunder biasanya hadir sebagai pohon sisa pra-gangguan.

Penyebaran
Kepulauan Andaman, Indo-China, Semenanjung Malaysia, Sumatera, Jawa, Kalimantan (seluruh pulau), Filipina, Sulawesi.

Kamis, 05 Juli 2012

Maranta arundinacea L. (Garut)


Klasifikasi:
Regnum: Plantae
Divisio: Spermatophyta
Sub Divisio: Angiospermae
Kelas: Monocotyledoneae
Bangsa: Zingiberales
Famili: Marantaceae
Genus: Maranta
Spesies: Maranta arundinacea L.

Nama umum:
Indonesia:
Garut, erut, irut, tawang (Minahasa)
Inggris:
arrowroot plant
Pilipina:
Araro

Kerabat Dekat:
Daun Lumut

Sumber: Plantamor