Klasifikasi:
Regnum: Plantae
Divisio: Spermatophyta
Sub Divisio:
Angiospermae
Kelas: Dicotyledoneae
Sub Kelas: Dialypetalae
Bangsa: Malvales
Famili: Bombacaceae
Genus: Durio
Spesies: Durio zibethinus Murr.
Kerabat Dekat:
Tekawai,
Koroyot, Durian Hutan,
Durian Pulu, Durian Hantu,
Durian Burung, Durian
Kura-kura, Durian Burung
Deskripsi: Tumbuhan berbentuk pohon, berumur panjang (perenial), tinggi 27 - 40 m. Akar tunggang. Batang berkayu, silindris, tegak, kulit pecah-pecah, permukaan kasar, percabangan simpodial, bercabang banyak, arah mendatar. Daun tunggal, bertangkai pendek, tersusun berseling (alternate), permukaan atas berwarna hijau tua - bawah cokelat kekuningan, bentuk jorong hingga lanset, panjang 6,5 - 25 cm, lebar 3 - 5 cm, ujung runcing, pangkal membulat (rotundatus), tepi rata, pertulangan menyirip (pinnate), permukaan atas mengkilat (nitidus), permukaan bawah buram (opacus), tidak pernah meluruh, bagian bawah berlapis bulu halus berwarna cokelat kemerahan. Bunga muncul di batang atau cabang yang sudah besar, bertangkai, kelopak berbentuk lonceng (campanulatus) - berwarna putih hingga cokelat keemasan, berbunga sekitar bulan Januari. Buah bulat atau lonjong, panjang 15 - 30 cm, kulit dipenuhi duri-duri tajam, warna coklat keemasan atau kuning, bentuk biji lonjong, 2 - 6 cm - berwarna cokelat, berbuah setelah berumur 5 - 12 tahun. Perbanyaan Generatif (biji). |
Jumat, 29 Juni 2012
Durio zibethinus Murr. (Durian)
Basella rubra Linn. (Gendola)
|
Klasifikasi:
Regnum: Plantae
Divisio: Spermatophyta
Sub Divisio:
Angiospermae
Kelas: Dicotyledoneae
Sub Kelas: Apetalae
Bangsa: Caryophyllales/Centrospermae
Famili: Basellaceae
Genus: Basella rubra Linn.
Uraian :
Gendola dapat ditemukan tumbuh liar, kadang ditanam untuk
dirambatkan pada pagar, atau pergola sebagai tanaman hias. Tanaman ini dapat
ditemukan dari 1-500 m dpl. Terna, melilit kekiri, tumbuh merayap atau
memanjat, panjang sampai 6 m. Batangnya yang panjang ini tidak berkayu dan sangat
lemah, bentuknya bulat, lunak, bercabang, merayap dan melilit pada tonggak
atau para-para. Batang yang merayap di atas tanah, akan mengeluarkan akar.
Daun tunggal, bertangkai, letak berseling. Bentuk daun bulat telur, ujung dan
pangkal tumpul, tepi rata kadang berombak, panjang 2-17 cm, lebar 1-13 cm,
pertulangan menyirip, warnanya hijau. Bunganya bunga majemuk yang keluar dari
ketiak daun, duduk sepanjang poros bulir, panjang 3-21 cm, mahkota putih
dengan ujung ungu. Buahnya buah buni, bulat, diameter 4-7 mm, masih muda
hijau, setelah masak warnanya menjadi ungu. Bijinya satu, bulat, keras,
warnanya merah keputihan. Ada
dua warna gendola, putih dan merah. Perbedaanya pada warna batang dan tulang
daun. Gendola merah, memiliki batang dan tulang daun yang berwarna merah.
Daunnya dapat disayur, sedang buahnya bila diperas mengeluarkan warna merah
yang dapat digunakan untuk mewarnai bahan makanan. Perbanyakan dengan stek
batang atau biji.
Nama Lokal :
Gandola (Sunda), Gendola (Bali), lembayung (Minangkabau);
Genjerot, gedrek, uci-uci (Jawa), Kandula (Madura); Tatabuwe (Sulut), Poiloo
(Gorontalo), Kandola (Timor); Lo kuei (China).
|
Amaranthus spinosus Linn. (Bayam Duri)
|
Klasifikasi:
Regnum: Plantae
Divisio:
Spermatophyta
Sub Divisio:
Angiospermae
Kelas: Dicotyledoneae
Sub Kelas: Apetalae
Bangsa:
Caryophyllales/Centrospermae
Famili: Amaranthaceae
Genus: Amaranthus
Spesies: Amaranthus
spinosus Linn.
Deskripsi:
Bayam duri (amaranthus spinousus) termasuk jenis tanaman
amaranth.Tumbuhan ini mempunyai batang lunak atau basah, tingginya dapat
mencapai 1 meter. Sebagai tanda khas dari tumbuhan bayam duri yaitu pada
pohon batang, tepatnya di pangkal tangkai daun terdapat duri, sehingga orang
mengenal sebagai bayam duri.Bentuk daunnya menyerupai belahan ketupat dan
berwarna hijau. Bunganya berbentuk bunga bongkol, berwarna hijau muda atau
kuning. Bayam duri banyak tumbuh secara liar di pekarangan rumah, ladang atau
di jalan-jalan kampung. Bayam duri tumbuh baik di tempat-tempat yang cukup
sinar matahari dengan suhu udara antara 25 - 35 Celcius.
Nama Lokal:
Bayem eri, bayem raja, bayem roda, bayem cikron (Jawa); Senggang
cucuk (Sunda), Bayam keruai (Lampung); Ternyak duri, ternyak lakek (Madura),
Podo maduri (Bugis); Thorny amaranthus (Inggris), Bayam Duri (Indonesia).
|
Langganan:
Postingan (Atom)



