Senin, 02 April 2012

Daun Encok/ Plumbago zeylanica L.


 Klasifikasi :

Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Sub Kelas : Sympetalae
Bangsa : Plumbaginales
Famili : Plumbaginaceae
Genus : Plumbago
Spesies : Plumbago zeylanica L.




Uraian :

Tumbuhan ini berasal dari Sri Lanka, kemudian menyebar ke seluruh kawasan tropik, termasuk Indonesia dan kepulauan Pasifik. Daun encok tumbuh liar di ladang, di tepi saluran air atau ditanam di pekarangan sebagai pagar hidup dan tempat-tempat lainnya sampai setinggi + 800 m dpi. Perdu tahunan yang menaik, berbatang panjang, tinggi 0,6 - 2 m. Batang berkayu, bulat, licin, beralur, bereabang. Daun tunggal, letak berseling, bertangkai yang panjangnya 1,5 - 2,5 cm, pangkal tangkai daun agak melebar, memeluk batang. Daun bulat telur sampai jorong, panjang 5 - 11 cm, lebar 2 - 5 cm, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi beringgit, pertulangan menyirip, wamanya hijau. Bunga majemuk dalam tandan yang keluar di ujung tangkai, kecil-kecil, berambut, berwarna putih. Buah kecil, bulat panjang, masih muda hijau, setelah tua hitam. Biji kecil, cokelat. Perbanyakan dengan biji atau setek.

Nama Lokal :
Daun encok, ki encok (Sunda), ceraka (Sumatera); Bama, godong encok, poksor (Jawa). kareka (Madura); Bama (Bali), oporie (Timor). ; Agni, chitra, chitraka (India, Pakistan),; Ceylon leadwort, white flowered leadwort (Inggris).

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Daun encok bersifat pahit, tonik, dan beracun. KANDUNGAN KIMIA : Daun mengandung plumbagin, 3-3-biplumbagin, 3-chloroplum- bagin, chitranone (3-6-biplumbagin), dan droserone (2-hydroxy plum- bagin). Zat berkhasiatnya yang bernama plumbagin sangat beracun dan pada pemakaian lokal dapat menyebabkan kerusakan kulit berupa lepuh seperti luka bakar. Efek Farmakologis dan hasil Penelitian : Pemberian sari akar daun encok dalam alkohol 50% dengan dosis 100 mglkg bb dan 150 mglkg bb yang diberikan secara oral pada mencit betina, mempunyai efek antifertilitas dan abortivum (Sariati Sirait, Jurusan Farmasi, FMIPA USU, 1990).

sumber :
www.ipteknet.id
www.plantamor.com/

Melati/ Jasminum sambac (L.) Ait.


Klasifikasi :

Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Sub Kelas : Sympetalae
Bangsa : Ligustrales/ Oleales/ Scrophulariales
Famili : Oleaceae
Genus : Jasminum
Spesies : Jasminum sambac (L.) Ait.

Nama Lokal : Jasmine (Inggris), Jasmin (Perancis), Yasmin (Arab); Melati (Indonesia), Melur (Jawa), Malati (Sunda); Malate (Madura), Menuh (Bali).


Nama umum :
Indonesia:
Melati
Inggris:
Arabian jasmine
Melayu:
Melati, melur, bunga melor
Pilipina:
Sampaguita



Uraian :
Melati (jasminum sambac) termasuk tanaman yang mempunyai banyak manfaat. Bunganya berwarna putih mungil dan berbau harum, sering digunakan untuk berbagai kebutuhan. Melati, dapat berbunga sepanjang tahun dan dapat tumbuh subur pada tanah yang gembur dengan ketinggian sekitar 600 atau 800 meter diatas permukaan laut, asalkan mendapatkan cukup sinar matahari. Melati dapat dikembangbiakkan dengan cara stek. Tunas-tunas baru akan tampak setelah berusia sekitar 6 minggu.


 Sumber : www.tanamanobat.org/
                 www.wikipedia.com/
                 www.plantamor.com/

Sabtu, 31 Maret 2012

Azalea Ungu/ Rhododendron pulchrum Sweet



Klasifikasi:
Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Sub Kelas : Sympetalae
Bangsa : Ericales
Famili : Ericaceae
Genus : Rhododendron
Spesies : Rhododendron pulchrum Sweet

 
Nama umum
Indonesia:
Azalea ungu, saliyah (Jawa)
Inggris:
purple azalea


Azalea dikembangkan sebagai tanaman hias meskipun di alam tanaman ini tumbuh pada habitat liar di hutan dan rawa. Azalea adalah jenis tanaman berbunga dari keluarga Ericaceae yang tumbuh di iklim sedang. Sebagian besar tumbuh di Asia dan Amerika Utara. Warna bunganya bervariasi dari merah, kuning, putih dan ungu. 
Menanam Azelea berfungsi  untuk menyerap karbondioksida dan memberikan aura dingin. Azalea dapat diperbanyak dengan stek atau biji.  Modifikasinya telah menghasilkan lebih dari 10.000 varietas yang berbeda terutama hasil perbanyakan dengan stek.

Kini Azelea sudah banyak disilangkan sehingga terbentuk varietas baru dengan warna yang kian beragam. Tanaman ini sangat cocok ditanam sebagai tanaman pembatas atau di dalam pot dengan kondisi tanah yang kering, sirkulasi udara baik dan ternaungi. Azalea tidak membutuhkan banyak sinar matahari seperti tanaman lain. Cirinya daun akan menguning dan bunga menjadi kecil apabila terlalu berlebihan sinar matahari.  
Bunga Azalea sangat legendaries. Beberapa cerita konteporer budaya Cina menyebut bunga ini dalam kisahnya. Banyak kota di Amerika Serikat yang merayakan festival mekarnya bunga Azelea pada musim semi. Sebuah minuman beralkohol tradisional yang terbuat dari bunga Azalea, disebut Tugyonju diproduksi di Korea. Di lain hal, Azalea  juga dipakai sebagai sombol astrologi Sagitarius.



Kerabat Dekat :
Azalea Putih, Azalea

Sumber : www.plantamor.com/