Rabu, 27 April 2011

Struktur dan Fungsi Tubuh Tumbuhan

Materi ini membahas tentang struktur dan fungsi organ tubuh pada tumbuhan tingkat tinggi. Yang dimaksud dengan tumbuhan tingkat tinggi adalah tumbuhan berpembuluh yang akar, batang, dan daunnya memiliki perbedaan yang jelas.

Struktur organ tubuh pada tumbuhan terdiri dari :
1. Struktur Morfologi, merupakan struktur yang tampak dari luar tubuh tumbuhan
2. Struktur Anatomi, merupakan struktur yang tampak melalui penampang mikroskopis

A. Akar

Struktur Morfologi
1. Batang akar
2. Rambut akar, untuk memperluas daerah penyerapan air dan mineral
3. Ujung akar, sebagai daerah meristematik yang sel-selnya selalu aktif membelah
4. Kaliptra / Tudung akar, sebagai pelindung dari ujung akar dari kerusakan mekanis ketika menembus tanah

Struktur Anatomi
Dari lapisan luar ke dalam
1. Jaringan Epidermis, terdiri dari sel selapis, tipis, rapat, dan mudah dilalui air
2. Jaringan Korteks, terdiri dari sel beberapa lapis, berdinding tipis, berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan
3. Jaringan Endodermis, terdiri dari sel selapis, tebal, sulit dilalui air (selektif)
4. Stele, terdiri dari xylem dan floem





 Fungsi akar :
1. menyerap air dan garam-garam mineral
2. memperkokoh tegaknya tanaman
3. alat respirasi
4. penyimpan cadangan makanan
5. alat perkembangbiakan vegetatif

Antonie van Leeuwenhoek

Lahir
Thonius Philips van Leeuwenhoek
: 24 Oktober 1632
Delf, Belanda
Meninggal
: 30 Agustus 1723 (umur 90)
Delf, Belanda
Kewarganegaraan
: Belanda
Pekerjaan
: Ilmuwan
Antonie Philips van Leeuwenhoek (24 Oktober 163230 Agustus 1723) adalah ilmuwan Belanda yang berasal dari Delft. Ia disebut sebagai "Bapak Biologi", dan dianggap sebagai mikrobiolog pertama. Ia terlahir sebagai putra pembuat keranjang. Ia terkenal atas pengembangan mikroskop dan kontrobusinya terhadap didirikannya mikrobiologi. Ia adalah orang pertama yang mengamati dan mendeskripsikan organisme bersel satu.

Klasifikasi Kembang Sungsang

Regnum: Plantae (Tumbuhan)
     Sub Regnum: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Angiospermae
                 Kelas: Monocotyledoneae
                     Sub Kelas: Liliidae
                         Ordo: Liliales/ Liliiflorae
                             Famili: Liliacea (suku bawang-bawangan)
                                 Genus: Gloriosa
                                     Spesies: Gloriosa superba


                                                             Gb. Kembang Sungsang

Fotosintesis

Seorang fisiologis berkebangsaan Inggris, F. F. Blackman, mengadakan percobaan dengan melakukan penyinaran secara terus-menerus pada tumbuhan Elodea. Ternyata, ada saat dimana laju fotosintesis tidak meningkat sejalan dengan meningkatnya penyinaran. Akhirnya, Blackman menarik kesimpulan bahwa paling tidak ada dua proses berlainan yang terlibat:
ada reaksi yang memerlukan cahaya dan tidak memerlukan cahaya.
Yang terakhir dinamai reaksi gelap, walau dapat berlangsung terus saat keadaan terang.
Teori ini diperkuat dengan mengulangi percobaan pada temperatur yang agak lebih tinggi. Seperti diketahui, kebanyakan reaksi kimia berjalan lebih cepat pada suhu lebih tinggi (sampai suhu tertentu). Pada suhu 35°C, laju fotosintesis tidak menurun sampai ada intensitas cahaya yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa reaksi gelap kini berjalan lebih cepat. Faktor bahwa pada intensitas cahaya yang rendah laju fotosintesis itu tidak lebih besar pada 35°C dibandingkan pada 20°C juga menunjang gagasan bahwa yang menjadi pembatas pada proses ini adalah reaksi terang. Reaksi terang ini tidak tergantung pada suhu, tetapi hanya tergantung pada intensitas penyinaran. Laju fotosintesis yang meningkat dengan naiknya suhu tidak terjadi jika suplai CO2 terbatas. Jadi, konsentrasi CO2 harus ditambahkan sebagai faktor ketiga yang mengatur laju fotosintesis itu berlangsung.
Jadi, secara umum fotosintesis terbagi menjadi dua tahap reaksi:
1.Reaksi Terang, yang membutuhkan cahaya
2.Reaksi Gelap, yang tidak membutuhkan cahaya
REAKSI TERANG
  • Tahap pertama dari system fotosintesis adalah reaksi terang
  • Reaksi ini memerlukan molekul air
  • Reaksi ini sangat bergantung kepada ketersediaan sinar matahari.
  • Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena.
  • Sinar matahari yang berupa foton yang terbaik adalah sinar merah dan ungu
  • Pigmen klorofil menyerap lebih banyak cahaya terlihat pada warna ungu (400-450 nanometer) dan merah (650-700 nanometer) dibandingkan hijau (500-600
    nanometer). Cahaya hijau ini akan dipantulkan dan ditangkap oleh mata kita
    sehingga menimbulkan sensasi bahwa daun berwarna hijau.
  • Fotosintesis akan menghasilkan lebih banyak energi pada gelombang cahaya dengan panjang tertentu. Hal ini karena panjang gelombang yang pendek menyimpan lebih banyak energi.
  • Di dalam daun, cahaya akan diserap oleh molekul klorofil untuk dikumpulkan pada pusat-pusat reaksi
  • Reaksi ini melibatkan beberapa kompleks protein dari membran tilakoid berupa pigmen yang terdiri dari sistem cahaya yang disebut fotosistem
  • Dua jenis pigmen yang berfungsi aktif sebagai pusat reaksi atau fotosistem yaitu fotosistem II dan fotosistem I.
  • fotosistem I dan II sebagai sistem pembawa elektron
  • Fotosistem terdapat perangkat komplek protein pembentuk ATP berupa enzim ATP sintase.
  • Fotosistem II terdiri dari molekul klorofil yang menyerap cahaya dengan panjang
    gelombang 680 nanometer,
  • sedangkan fotosistem I 700 nanometer.
  • Kedua fotosistemini akan bekerja secara simultan dalam fotosintesis, seperti dua baterai dalam senter yang bekerja saling memperkuat.
  • Fotosintesis dimulai ketika cahaya mengionisasi molekul klorofil pada fotosistem II(P.680)
  • Fotosistem II melepaskan elektron yang akan ditransfer sepanjang rantai transpor
    elektron.
  • Energi dari elektron ini digunakan untuk fotofosforilasi yang menghasilkan ATP , satuan pertukaran energi dalam sel.
  • Reaksi ini menyebabkan fotosistem II mengalami defisit atau kekurangan elektron yang harus segera diganti.
  • Pada tumbuhan dan alga, kekurangan elektron ini dipenuhi oleh elektron dari hasil ionisasi air yang terjadi bersamaan dengan ionisasi klorofil.
  • Hasil ionisasi air ini adalah elektron dan oksigen.
  • Oksigen dari proses fotosintesis hanya dihasilkan dari air, bukan dari karbon dioksida
  • Pada saat yang sama dengan ionisasi fotosistem II, cahaya juga mengionisasi fotosistem I, melepaskan elektron yang ditransfer sepanjang rantai transpor elektron yang akhirnya mereduksi NADP menjadi NADPH
  • Jadi P 700 ( Photosistem I ) menhasilkan NADPH2 , sedang Phoyosistem II (P 680) menghasilkan Oksigen dan ATP

Selasa, 26 April 2011

Macam Jaringan Tumbuhan

A. JARINGAN MERISTEM
  • Merupakan jaringan yang aktif membelah
  • Disebut juga jaringan meristematik atau embrional.
  • Terdapat pada ujung akar, ujung batang, kamibium ikatan pembuluh.
  • Tumbuh secara vertikal dan horizontal.
B. JARINGAN PERMANEN/DEWASA
1. Jaringan pelindung yaitu Jaringan Epidermis
  • Merupakan selapis sel pipih, tipis dan rapat
  • Terletak paling luar/tepi
  • Memiliki lapisan kutikula/lilin
  • Berfungsi untuk menutupi permukaan daun, bunga, buah dan akar.
2. Jaringan Stereon/Penguat.
a. Jaringan Sklerenkim
  • Merupakan sel-sel yang telah mati, terdiri dari fiber/serat dan sel batu/sklereid.
  • Mengalami penebalan pada seluruh dinding sel oleh zat Lignin/zat kayu.
  • Bersifat kaku/mudah patah.
  • Berfungsi untuk melindungi dan menguatkan bagian dalam sel

b. Jaringan Kolenkim
  • Penebalan terjadi di sudut-sudut sel oleh zat selulose
  • Bersifat lentur/fleksibel
  • Mengandung klorofil
  • Terdapat pada batang, daun, buah dan akar.
  • Berfungsi untuk menguatkan tubuh tumbuhan.

3. Jaringan Parenkim
  • Disebut juga jaringan dasar
  • Berada juga di Berkas Pengangkutan (BP)/
  • Bentuknya bermacm-macam seperti : tiang/palisade ; sponsn/bunga karang ; bintang dan lipatan.
  • Selnya tipis dan terdapat ruang antar sel (r.a.s.)
  • Berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan, air, udara, fotosintesis dan transportasi.
4. Jaringan Pengangkutan
a. Jaringan  Xylem
·        Disebut  jaringan kayu
·        Terletak di bagian paling dalam.
·        Memiliki trakeid yang mengalami penebalan.
·        Berfungsi untuk mengangkut air, garam mineral dan unsur hara dari akar ke daun dan seluruh jaringan tubuh.

b. Jaringan Phloem
  • Disebut juga jaringan tapi.
  • Terletak di sebelah luar jaringan Xylem
  • Memiliki sel tapis yang bentuknya kecil dan sel tetangga.
  • Berfungsi untuk mengangkut hasil fotodintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.

5. Jaringan Gabus/Periderm
  • Merupakan sel pengganti epidermis yang telah mati
  • Mengandung zat suberin/zat gabus.
  • Berfungsi sebagai pelindung dan jalur transportasi air.
6. Jaringan Sekretoris
    • Jaringan sekretoris dinamakan juga kelenjar internal. Penyusun jaringan sekrotaris yang penting adalah sebagai berikut : sel kelenjar, saluran kelenjar, saluran getah dll.

    Reproduksi Generatif pada Tumbuhan

    Gambar Bagian Bunga

    Bagian-bagian bunga
    1. Benangsari (Stamen)
    a. Kepala sari (Anthera)
    b. Tangkai sari (Filamen)
    2. Putik (Pistillum)
    a. Tangkai Putik (Stylus)
    b. Bakal Buah (Ovarium)
    3. Mahkota/Tajuk (Corolla)
    4. Kelopak (Calyx)
    5. Dasar Bunga (Receptaculum)
    6. Tangkai Bunga (Pedicellus)

    Macam Bunga berdasarkan kelengkapan perhiasannya:
    1. Bunga Lengkap : Bunga yang memiliki kelopak, Makhkota, Putik dan
    Benangsari. contoh Bunga sepatu (Hibiscus rosa sinensis)


    2. Bunga Tidak Lengkap : Bunga yang tidak memiliki salah satu dari 4
    perhiasan bunga.
    Contoh Bunga Rambutan (Nephelium lappaceum)


    3. Bunga Sempurna : Bunga yang memiliki alat kelamin jantan dan betina
    dalam satu bunga. Contoh Bunga Sepatu
    4. Bunga Tak sempurna : Bunga yang hanya memiliki salah satu alat kelamin saja. Contoh Bunga Salak
    Dalam proses reproduksi generatif melalui dua tahap, yaitu: Penyerbukan/Polinasi/Persarian, adalah proses jatuhnya serbuksari ke kepala putik.
    a. Anemogami, penyerbukan yang dibantu dengan angin
    b. Hidrogami, penyerbukan yang dibantu dengan air
    c. Zoidiogami, penyerbukan yang dibantu dengan hewan
    - Kriptogami, penyerbukan yang dibantu dengan kelelawar
    - Entomogami, penyerbukan yang dibantu dengan serangga
    - Malakogami, penyerbukan yang dibantu dengan siput
    d. Antrogami, penyerbukan yang dibantu dengan manusia

    Macam penyerbukan berdasarkan asal serbuk sari dibagi menjadi:

    1. Autogami : penyerbukan yang serbuksarinya berasal dari bunga itu sendiri (penyerbukan sendiri)
    2. Geitonogami : penyerbukan yang serbuksarinya berasal dari bunga tetangga dalam satu pohon
    3. Alogami : penyerbukan yang serbuksarinya berasal dari bunga lain dari pohon lain
    4. Bastar : sama seperti alogami namun beda varietas. ex: Mangga Gadung dengan Mangga Manalagi


    Sabtu, 23 April 2011

    Delima/ Punica granatum L.

    a. Nama umum :
    Indonesia:
    Delima
    Inggris:
    pomegranate
    Melayu:
    Delima
    Vietnam:
    Lu’u, Thap Lu’u
    Thailand:
    Thapthim
    Philipina:
    Granada, Dalima



     
    b. Klasifikasi :
    Regnum: Plantae (Tumbuhan)
    Sub Regnum: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
    Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
    Sub Divisi:Angiospermae
    Kelas:Dicotyledoneae
    Sub Kelas: Dialypetalae
    Ordo: Myrtales
    Famili: Punicaceae
    Genus: Punica
    Spesies: Punica granatum L.

    c. Deskripsi :
    Delima (Punica granatum L.) adalah tanaman buah-buahan yang dapat tumbuh hingga 5-8 m. Tanaman ini diperkirakan berasal dari Iran, namun telah lama dikembangbiakkan di daerah Mediterania. Bangsa Moor memberi nama salah satu kota kuno di Spanyol, Granada berdasarkan nama buah ini. Tanaman ini juga banyak ditanam di daerah Cina Selatan dan Asia Tenggara.

    Delima berasal dari Timur Tengah, tersebar di daerah subtropik sampai tropik, dari dataran rendah sampai di bawah 1.000 m dpl. Tumbuhan ini menyukai tanah gembur yang tidak terendam air, dengan air tanah yang tidak dalam. Delima sering ditanam di kebun-kebun sebagai tanaman hias, tanaman obat, atau karena buahnya yang dapat dimakan. Berupa perdu atau pohon kecil dengan tinggi 2–5 m. Batang berkayu, ranting bersegi, percabangan banyak, lemah, berduri pada ketiak daunnya, cokelat ketika masih muda, dan hijau kotor setelah tua. Daun tunggal, bertangkai pendek, letaknya berkelompok. Helaian daun bentuknya lonjong sampai lanset, pangkal lancip, ujung tumpul, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan mengkilap, panjang 1–9 cm, lebar 0,5–2,5 cm, warnanya hijau.

    Bunga tunggal bertangkai pendek, keluar di ujung ranting atau di ketiak daun yang paling atas. Biasanya, terdapat satu sampai lima bunga, warnanya merah, putih, atau ungu. Berbunga sepanjang tahun. Buahnya buah buni, bentuknya bulat dengan diameter 5–12 cm, warna kulitnya beragam, seperti hijau keunguan, putih, cokelat kemerahan, atau ungu kehitaman. Kadang, terdapat bercak-bercak yang agak menonjol berwarna tebih tua. Bijinya banyak, kecil-kecil, bentuknya bulat panjang yang bersegi-segi agak pipih, keras, tersusun tidak beraturan, warnanya merah, merah jambu, atau putih.

    Dikenal tiga macam delima, yaitu delima putih, delima merah, dan delima ungu. Perbanyakan dengan setek, tunas akar atau cangkok. Pome atau delima sering ditanam sebagai tanaman hias, tanaman obat, atau karena buahnya yang dapat dimakan. Buah delima dapat dimakan dalam keadaan segar, sebagai campuran rujak buah, salad buah, jus atau sari buah. Untuk membuat jus delima sebaiknya diminum dengan bijinya karena di dalam biji banyak terkandung senyawa polifenol.

    Klasifikasi Alamanda

    Regnum          : Plantae
    Divisio            : Spermatophyta
    Sub Divisio     : Angiospermae
    Kelas              : Dicotyledoneae
    Sub Kelas       : Sympetalae
    Bangsa           : Contortae ( Apocynales)
    Suku              : Apocynaceae
    Marga            : Alamanda
    Spesies          : Alamanda cathartica

    ( Gembong Tjitrosoepomo, 1989 )

    Gambar : Bunga Alamanda cathartica

    Pengangkutan Zat Melalui Phloem


    Air dan zat terlarut yang diserap akar diangkut menuju daun akan dipergunakan sebagai bahan fotosintesis yang hasilnya berupa zat gula/ amilum/ pati. Pengangkutan hasil fotosintesis berupa larutan melalui phloem secara vaskuler ke seluruh bagian tubuh disebut translokasi.

    Untuk membuktikan adanya pengangkutan hasil fotosintesis melewati phloem dapat dilihat dari pada proses pencangkokan. Batang yang telah kehilangan kulit (phloem) mengalami hambatan pengangkutan akibat terjadinya timbunan makanan yang dapat memacu munculnya akar apabila bagian batang yang terkelupas kulitnya tertutup tanah yang selalu basah.

    Beberapa tumbuhan menyimpan hasil fotosintesis pada akarnya atau batangnya. Pada umumnya jaringan phloem tersusun oleh 4 komponen, yaitu :

    • Buluh tapis
    • Sel pengiring
    • Parenkim phloem
    • Serabut-serabut

    Pengangkutan Zat Melalui Xylem


    Pengangkutan zat pada tumbuhan dibedakan menjadi :
    1. Pengangkutan vaskuler (intravaskuler) : pengangkutan melalui berkas pembuluh pengangkut.
    2. Pengangkutan ekstravaskuler : pengangkutan air dan garam mineral di luar berkas pembuluh pengangkut. Pengangkutan ini berjalan dari sel ke sel dan biasanya dengan arah horisontal. Di dalam akar pengangkutan ini melalui :
         bulu akar --> epidermis  --> korteks  -->  endodermis -->  xylem.
        
    Pengangkutan ekstravaskluler dibedakan : 
    • Transportasi/ lintasan apoplas : menyusupnya air tanah secara bebas atau transpor pasif melalui semua bagian tak hidup dari tumbuhan (dinding sel dan ruang antar sel)
    • Transportasi/ lintasan simplas : bergeraknya air dan garam mineral melalui bagian hidup dari sel tumbuhan (sitoplasma dan vakuola).

    Air dan garam mineral akan diangkut ke daun melalui pembuluh kayu (xylem). Komponen utama penyusun xylem adalah elemen pembuluh (trakea) dan trakeid.

    Trakea dan trakeid merupakan sel-sel yang mati karena tidak mempunyai sitoplasma dan hanya mempunyai dinding sel.

    Sel trakea terdiri atas tabung yang berdinding tabal dan membentuk suatu pembuluh.

    Sel trakeid merupakan sel dasar penyusun xylem, yang terdiri dari sel memanjang dan berdinding keras karena mengandung lignin. Pada beberapa tempat dinding sel trakeid terdapat bagian-bagian yang tidak menebal yang disebut noktah.

    Selain trakea dan trakeid xylem juga mengandung sel parenkim (parenkim kayu) yang merupakan sel hidup dan berfungsi untuk menyimpan bahan makanan. Xylem juga mengandung serabut kayu yang berfungsi sebagai penguat (penyokong)

    Proses pengangkutan air dan zat zat terlarut hingga sampai ke daun pada tumbuhan dipengaruhi oleh :
    • Daya kapilaritas : pembuluh xylem yang terdapat pada tumbuhan dianggap sebagai pipa kapiler. Air akan naik melalui pembuluh kayu sebagai akibat dari gaya adhesi antara dinding pembuluh kayu dengan molekul air.
    • Daya tekan akar : tekanan akar pada setiap tumbuhan berbeda-beda. Besarnya tekanan akar dipengaruhi besar kecil dan tinggi rendahnya tumbuhan (0,7  -  2,0  atm). Bukti adanya tekanan akar adalah pada batang yang dipotong, maka air tampak menggenang dipermukaan tunggaknya.
    • Daya hisap daun : disebabkan adanya penguapan (transpirasi) air dari daun yang besarnya berbanding lurus dengan luas bidang penguapan (intensitas penguapan).
    • Pengaruh sel-sel yang hidup

    Tumbuhan mengeluarkan cairan dari tubuhnya melalui 3 proses, yaitu  :
    • Transpirasi : adalah terlepasnya air dalam bentuk uap air melalui stomata dan kutikula ke udara bebas (evaporasi). Transpirasi dipengaruhi oleh :
    Faktor luar, meliputi :
    1. Kelembaban udara : semakin tinggi kelembaban udara maka transpirasi semakin lambat. Pada saat udara lembab transpirasi akan terganggu, sehingga tumbuhan akan melakukan gutasi
    2. Suhu udara : semakin tinggi suhu maka transpirasi semakin cepat.
    3. Intensitas cahaya : semakin banyak intensitas cahaya maka transpirasi semakin giat.
    4. Kecepatan angin : semakin kencang angin maka transpirasi semakin cepat.
    5. Kandungan air tanah
    Faktor dalam, meliputi :
    • Ukuran (luas) daun
    • Tebal tipisnya daun
    • Ada tidaknya lapisan lilin pada permukaan daun
    • Jumlah stomata
    • Jumlah bulu akar (trikoma)
    Jadi semakin cepat laju transpirasi berarti semakin cepat pengangkutan air dan zat hara terlarut, demikian pula sebaliknya. Alat untuk mengukur besarnya laju transpirasi melalui daun disebut fotometer atau transpirometer.
    • Gutasi : adalah pengeluaran air dalam bentuk tetes-tetes air melalui celah-celah tepi atau ujung tulang tepi daun yang disebut hidatoda/ gutatoda/ emisarium. Terjadi pada suhu rendah dan kelembaban tinggi sekitar pukul 04.00 sampai 06.00 pagi hari. Di alami pada tumbuhan famili Poaceae (padi, jagung, rumput, dll) 
    • Perdarahan : adalah pengeluaran air cairan dari tubuh tumbuhan berupa getah yang disebabkan karena luka atau hal-hal lain yang tidak wajar. Misalnya pada penyadapan pohon karet dan pohon aren.
     Daftar Pustaka:
    Salisbury F.B & Ross C.W. 1995. fisiologi Tumbuhan jilid I. ITB. Bandung
    Wilkins, M.B. 1992. Fisiologi Tanaman Jilid II. Bumi Aksara. Jakarta


    KLASIFIKASI DUKU

    Duku
    Lansium domesticum Corr 
    Nama umum
    Indonesia:
    Duku, langsat, langsep, pisitan
    Inggris:
    Langsat
    Melayu:
    Langsat
    Vietnam:
    Bon Bon
    Pilipina:
    Lansones, Boboa, Buahan



    Duku
    Klasifikasi
    Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
         Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
             Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
                 Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                     Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                         Sub Kelas: Rosidae
                             Ordo: Sapindales
                                 Famili: Meliaceae
                                     Genus: Lansium
                                         Spesies: Lansium domesticum Corr

    Kerabat Dekat
    Kokosan
    ( Gembong Tjitrosoepomo, 1989 )

    Klasifikasi Duwet

    a. Klasifikasi TanamanRegnum     : Plantae
    Divisi         : Spermatophyta
    Sub divisi   : Angiospermae
    Kelas         : Dicotyledonae
    Sub Kelas  : Dialypetalae
    Ordo          : Myrtales
    Familia       : Myrtaceae
    Genus        : Eugenia
    Spesies      : Eugenia cumini Merr.
    (Gembong Tjitrosoepomo,1989)

    b. Nama Daerah
    Tanaman Eugenia cumini Merr. memiliki beberapa nama daerah yaitu Jambe kleng (Aceh), Jambe kling (Gayo), Jambu kalang (Minangkabau), Jambelang (Melayu), Jamblang (Sunda), Duwet (Jawa), Juwet (Jakarta).

    c. Morfologi
    Duwet atau sering disebut dengan jamblang (Eugenia cumini atau Syzgium cumini) termasuk buah-buahan yang langka. Tanaman ini termasuk ke dalam famili tumbuhan Euphorbiaceae. Di Indonesia, tumbuhan ini bisa hidup dengan subur. Banyak orang suka dengan daging buahnya yang putih kemerah-merahan serta kulit buah licin berwarna merah dan ungu kehitaman. Buahnya berbentuk lonjong, demikian pula bijinya. Hampir seluruh bagian tanaman duwet mengandung saponin, flavonoida dan tanin.

    d. Khasiat dan Kandungan Kimia
    Buah Eugenia cumini berkhasiat sebagai obat diare, obat sakit gula dan obta nyeri ginjal. Untuk obat diare dipakai ± 100 g buah matang Eugenia cumini, dicuci dan dimakan langsung. . Pada buahnya terkandung zat penyamak tanin, minyak terbang, damar, asam gallus, dan glikosida. Pada bijinya terdapat zat tanin, asam galat, glukosida phytomelin, dan alfa-phytosterol yang bersifat antikholestemik. Sementara itu, pada kulit pohonnya terdapat zat samak (tanin). Dan pada kulit buahnya terdapat antosianin penyebab warna ungu.
    (Hutapea, J.R, et al., 1994)