Selasa, 31 Januari 2012

Macaranga tanarius Muell. Arg.



Merupakan pohon kecil sampai sedang, dengan dahan agak besar. Daun berseling, agak membundar, dengan stipula besar yang luruh. Perbungaan bermalai di ketiak, bunga ditutupi oleh daun gagang. Buah kapsul berkokus 2, ada kelenjar kekuningan di luarnya. Biji membulat, menggelembur. Jenis ini juga mengandung tanin yang cukup untuk menyamak jala dan kulit.  

Kategori : Tumbuhan pantai 
















Ki Sambang/ Aerva sanguinolenta (Linn.) Blume



Deskripsi :
Herba bertahunan, tumbuh tegak atau merambat ke atas, tinggi lebih dari 200 cm, kadang kala bercabang, ruas seringkali lebih panjang dari 3 cm. Daun berselang atau berhadapan, bentuk daun bulat telur menjorong, melonjong atau melanset. Perbungaan di ketiak daun, bentuk buliran, sebagian pada sumbu daun normal dan sebagian lagi pada sumbu daun penumpu dan seringkali membentuk perbungaan bertanda yang bercabang-cabang. Buahnya buliran padat dan tebal, tidak mudah dipatahkan.  

Kategori : Tumbuhan obat
 
Sinonim : Achyranthes sanguinolenta L., Aerva scandens (Roxb.) Wallich ex Moq., Aerva timorensis Moq.



Senin, 30 Januari 2012

Bunut (Ficus virens W.A.T.)

 Klasifikasi
Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Sub Kelas : Monochlamydeae (Apetalae)
Bangsa : Urticales
Famili : Moraceae
Genus : Ficus
Spesies : Ficus virens W.A.T

Kerabat Dekat
Rampelas, Bulu, Beringin, Ilat-ilatan, Tabat Barito, Karet Kebo, Iprih, Ki Ciat, Luwingan, Amis Mata, Daun Dolar, Uyah-uyahan, Preh, Awar-awar, Gondang Putih, Ara, Banyan, Beringin Putih, Buah Tin, Ipik, Epeh, Ketapang Brazil, Beunying, Jejawi, Rupet








Tanjung (Mimusops elengi L.)


 Klasifikasi :

Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Sub Kelas : Sympetalae
Bangsa : Ebenales
Famili : Sapotaceae
Genus : Mimusops
Spesies : Mimusops elengi L.







 





Pohon tanjung berupa Arbor dengan ketinggian 5 – 10 meter, mirip dengan keluarga buah Sawo, daunnya berwarna hijau tua dan mengkilat, ditengarai tanjung berasal India, Sri Lanka dan Burma. Telah masuk ke Nusantara semenjak berabad-abad yang silam, dari semenanjung Malaya dan sekaang tersebar di asia tenggara.Pohon tanjung berbunga harum semerbak dan bertajuk rindang, biasa ditanam di taman-taman dan sisi jalan.
Bunga tanjung sangat terkenal karena baunya harum, dan sering dipakai oleh gadis-gadis melayu/disunting pada rambutnya.
Buahna berwarna hijau kalau masih muda, kalau sudah masak berwarna kuning kemerahan, bisa dimakan dengan rasa manis agak sepat. 
Bunganya yang wangi mudah rontok dan dikumpulkan di pagi hari untuk mengharumkan pakaian, ruangan atau untuk hiasan. Bunga ini, dan aneka bagian tumbuhan lainnya, juga memiliki khasiat obat.

Buahnya berwarna hijau kalau masih muda, kalau sudah masak berwarna kuning kemerahan, bisa dimakan dengan rasa manis agak sepat.
Air rebusan kulit batang digunakan sebagai obat penguat dan obat demam. Rebusan kulit batang beserta bunganya digunakan untuk mengatasi murus yang disertai demam.
Daun segar yang digerus halus digunakan sebagai tapal obat sakit kepala; daun yang dirajang sebagaimana tembakau, dicampur sedikit serutan kayu secang dan dilinting dengan daun pisang, digunakan sebagai rokok untuk mengobati sariawan mulut. 
Bagian yang digunakan ialah Kulit batang, daun dan bunga. Sakit gigi dan menghilangkan nafas berbau; Kulit batang pohon direbus bersama air dan dibuat kumur selama empat hari Merawat luka; .Air rebusan kulit batang pohon digunakan untuk mencuci luka. Mewangikan rambut; Bunga tanjung direndam ke dalam minyak kelapa dan dilumurkan ke rambut. Pengharum ruangan ;Letakkan segenggam bunga tanjung didalam ruangan Aroma terapi ; Ambil segenggam bunga tanjung lalu di rebus dengan 4 ltr air hingga mendidih campur dengan air dingin hingga suam suam kuku, lalu mandilah maka tubuh anda akan wangi dan membuat pikiran terasa nyaman.


Karamunting (Melastoma malabathricum)


Buah ini banyak tumbuh di hutan sekitar desa Tanjung Pinang, buah ini akan muncul ketika musim hujan tiba, di desa ini disebut "Karmunting". Karamunting (Melastoma malabathricum) adalah tumbuhan yang tumbuh liar pada tempat yang mendapat sinar matahari yang cukup, seperti di lereng gunung, semak belukar, lapangan yang tidak terlalu gersang. Tumbuhan ini biasanya ditemukan sampai pada ketinggian 1.650 m dpl. Ciri-ciri termasuk dalam kelompok perdu, daun tunggal, bangun elips memanjang sampai lonjonng, duduk daun berhadapan bersilang, permukaan daun berambut bila diraba terasa kasar, pangkal daun membulat, tepi daun rata, ujung daun meruncing. Bunga termasuk bunga majemuk berwarna ungu kemerah-merahan, buahnya dapat dimakan mempunyai biji berukuran kecil.

Ternyata karamunting juga bisa di jadikan sebagai penetral racun . Bagian yang digunakan adalah daun, buah, biji dan akar. Carannya daun karamunting sebanyak 60 gram direbus dengan air sebanyak 3 gelas sampai tersisa 1 gelas . Setelah itu disaring dan didinginkan kemudian diminum sampai habis. Selain itu karamunting juga bisa digunakan untuk mengobati beberapa macam penyakit seperti gangguan pencernaan (dispepsi), disentri basiler, diare, hepatitis, kepiutihan(leukorea), sarian , haid, wasir darah, pendarahan rahim, berak darah, radang dinding pembuluh darah, pembekuan (tromboangitis).
Komposisi sifat kimiawi dan efek farmakologis daun karamunting sangat pahit. Kandungan kimia daun karamunting mengandung saponin, flafonoida dan tannin.

Sumber :
http://tanjungpinang-oi.blogspot.com/
http://plantamor.co.id

Labu Kuning (Cucurbita moschata Durch)

Klasifikasi :
Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Sub Kelas : Sympetalae
Bangsa : Cucurbitales/ Violales
Famili : Cucurbitaceae
Genus : Cucurbita
Spesies : Cucurbita moschata Durch
Nama umum
Indonesia:
Labu kuning, labu merah, labu parang
Inggris    :
Butternut squash
Cina       :
nan gua zi

Kerabat Dekat
Labu Manis, Labu Manis



Labu merupakan tumbuhan merambat dari genus Cucurbita yang menghasilkan buah berukuran besar dengan nama yang sama. Labu cukup terkenal dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Selain di Indonesia, labu juga banyak dibudidayakan di Amerika Utara, Eropa, Australia, Selandia Baru, dan Asia Tenggara. Nama labu juga sering kali dipergunakan untuk menyebut anggota famili Cucurbitaceae selain genus Cucurbita seperti bligo, labu siam, dan labu ular. Terdapat 20-an spesies labu diseluruh dunia, dengan jumlah subspesies dan varietas mencapai seratusan lebih. Namun yang dibudidayakan di Indonesia umumnya hanya lima spesies yaitu Cucurbita maxima (labu manis), Cucurbita ficifolia, Cucurbita mixta, Cucurbita moschata (labu kuning atau labu merah), dan Cucurbita pepo (labu manis). Labu kuning diperkirakan berasal dari Maluku.
Labu sering juga disebut sebagai labu kuning atau labu merah (untuk spesies Cucurbita moschata) dan labu manis (untuk spesies Cucurbita maxima dan Cucurbita pepo). Di beberapa daerah di indonesia labu memiliki beberapa nama daerah seperti Labu parang (Melayu), Waluh (Jawa dan Sunda). Dalam bahasa Inggris secara umum disebut sebagai pumpkin atau Butternut squash (labu kuning) dan Winter squash (labu manis).
Ciri-ciri.Labu tumbuh merambat atau menjalar dengan kait pada batangnya dan jarang berkayu. Kait pada batang labu berbentuk melingkar seperti spiral. Batang tumbuhan ini berwarna hijau muda dan berbulu halus serta berakar lekat. Panjang batangnya mencapai lebih dari 5 meter.
Tumbuhan labu yang menjalar
Daun tanaman labu merupakan daun tunggal yang memiliki pertulangan daun majemuk menjari. Daunnya menyebar di sepanjang batang. Bentuk daunnya menyerupai jantung dan bertangkai. Buah labu mempunyai bentuk yang bervariasi mulai dari pipih, lonjong ataupun panjang dengan alur yang berjumlah antara 15 hingga 30 alur. Buah yang masih muda berwarna hijau dan menjadi kuning kecoklatan ketika tua.
Labu umumnya memiliki banyak biji yang berbentuk pipih, bundar telur, sampai bundar memanjang. Bagian ujung membulat, sedangkan bagian pangkal meruncing. Permukaan biji buram, licin. Biji terdapat bagian tegah-tengah buah.

 









 
 
Manfaat. Di Indonesia labu, terutama labu kuning banyak dimanfaatkan untuk membuat berbagai macam hidangan seperti kolak, sup, cake hingga kue-kue basah lainnya. Bijinya juga banyak dimanfaatkan sebagai camilan atau makanan ringan (kuaci).

Buah labu
Selain itu ternyata labu memiliki sederet manfaat untuk kesehatan. Buah labu banyak mengandung karotenoid (betakaroten), vitamin A, vitamin C, serat, mineral, lemak dan karbohidrat. 

Air buah labu mampu sebagai penawar racun binatang berbisa dan biji labu dapat dipergunakan untuk mengobati cacing pita. Selain itu daging buah labu mampu menjadi penangkal kanker lantaran diyakini mengandung antioksidan.

Labu kuning juga dipercaya dapat membantu menyembuhkan penyakit diabetes mellitus (kencing manis), penyempitan pembukuh darah, jantung koroner, dan darah tinggi. Selain itu, Prof. Hembing Wijayakusuma, pakar kesehatan alternatif, menyatakan selain dapat mengobati tekanan darah tinggi, labu juga dapat menurunkan panas, mengobati diabetes, dan memperlancar proses pencernaan.

Pembuatan Preparat Polen Bunga

Untuk mengamati berbagai macam morfologi bentuk polen dari bunga, maka dapat menggunakan metode sebagai berikut:
  1. Mengambil kepala sari / serbuk sari dengan menggunakan jarum dan memasukkan ke dalam botol yang telah diisi dengan asam asetat glacial, kemudian mendiamkan selama 24 jam.
  2. Memindahkan bahan tersebut bersama asam asetat glacial dalam tabung sentrifuge. Melakukan pemusingan selama 10 menit dengan kecepatan 3000 rpm.
  3. Mengganti asam asetat glacial dengan campuran asam asetat glacial dan asam sulfat dengan perbandingan 9 : 1. Kemudian memanaskannya dengan waterbath selama 3 menit.
  4. Setelah memanaskan bersama cairannya serbuk sari dipusingkan kembali selama 3 menit.
  5. Mengganti cairan dengan aquades kemudian memusingkan sekali lagi selama 3 menit. Melakukan kegiatan ini 2-3 kali.
  6. Membuang aquades dan mengganti dengan gliserin jelly yang sudah dicairkan.
  7. Meneteskan campuran gliserin jelly yang mengandung serbuk sari pada kaca benda dan menutupnya dengan kaca penutup.
  8. Mengolesi kaca penutup dengan kuteks transparan dibagian tepinya agar preparat bisa tahan sekitar 6 bulan.
  9. Mengamati di bawah mikroskop.

Gambar Pollen Bauhinia purpurea

Gambar Pollen Adenium






 
Gambar Pollen Passion flower 
(Passiflora caerulea)

Gb. Pollen Lavender Grain
(Lavandula dentata)


 
Gambar Pollen Passion flower

Gambar Hyssop pollen (Hyssopus officinalis)



Gambar Stamen Lilia sp.




Gambar Pollen Grain



Gambar Pollen Brugmansia

Gambar Pollen Tithonia diversifolia
Keterangan :
Bentuk polen membulat
1. Aperture tipe porus
2. Eksin tipe echinate




Gambar Pollen Mimosa pudica L.

Gambar Pollen Malvaviscus arbor
Keterangan :
Bentuk polen membulat
1. Aperture tipe porus
2. Eksin tipe echinate

Gambar Pollen Caesalpinia pulcherima
Keterangan :
Bentuk polen membulat
1. Apertur tipe ruga
2. Intin
3. Eksin

Sabtu, 28 Januari 2012

Azalea Putih (Rhododendron mucronatum Bl.G.Don)


 Klasifikasi :
Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Ericales
Famili : Ericaceae
Genus : Rhododendron
Sp. : Rhododendron mucronatum Bl.G.Don


Kesumba (Bixa orellana L.)

 Klasifikasi :
Rgenum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Violales
Famili : Bixaceae
Genus : Bixa
Spesies : Bixa orella L.


Bixa orellana L. Nama umum
Indonesia:
Kesumba, sumba keling (Jawa), galinggem (Sunda) taluka (Ambon), parada (Bugis)
Inggris:
Lipstick Tree
Pilipina:
Atsuete
Cina:
hong mu






Kapas Merah (Gossypium arboreum var. sanguineum Linn)


 Klasifikasi :
Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Sub Kelas : Dialypetalae
Bangsa : Malvales
Famili : Malvaceae
Genus : Gossypium
Sp. : Gossypium arboreum var. sanguineum Linn.


Kerabat Dekat :
Kapas, Kapas Tahun, Kapas Mesir, Kapas Afrika, Kapas Belanda, Kapas Meksiko, Kapas Cina, Kapas Jawa, Kapas Palembang, Kapas Peru, Kapas Mori
Referensi : 
Gembong Tjitrosoepomo.1989.Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta).Gadjah Mada University    Press.Yogyakarta
Van Steenis, C.G.G.J, 1975, Flora untuk Sekolah di Indonesia, PT Pradnya Paramita, Jakarta.